INFOTREN.ID - Bencana banjir dan longsor yang melanda Aceh pada awal Desember 2025 menyisakan duka mendalam. 

Selain kerusakan infrastruktur dan kerugian material, masalah utama yang dihadapi masyarakat adalah krisis listrik. 

Di tengah upaya pemulihan, muncul klaim dari Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadia yang menyebutkan bahwa kondisi kelistrikan di Aceh sudah pulih hingga 93 persen. Benarkah demikian?

Jubir Pemprov Aceh Buka Suara: "Jangan Beri Data Bohong ke Presiden!"

Juru Bicara Pemerintah Aceh, Muhammad MTA, dengan tegas membantah klaim tersebut. Menurutnya, realita di lapangan jauh berbeda. 

iklan sidebar-1

"Kami memandang perlu melakukan klarifikasi untuk kondusivitas masyarakat, banyak masyarakat merasa kecewa dan berpotensi resisten bagi tenaga PLN di lapangan," kata Muhammad MTA, dilansir dari pemberitaan beberapa media nasional yang diakses pada (11/12).

MTA menjelaskan bahwa berdasarkan pertemuan dengan pihak PLN, potensi suplai listrik di seluruh Aceh terhadap jaringan menengah baru mencapai 60-70 persen. 

Bahkan, untuk wilayah Banda Aceh, angka tersebut masih berkisar di angka 35-40 persen. Daerah-daerah yang terdampak parah seperti Aceh Tamiang, Aceh Utara, dan Aceh Timur, persentase pemulihan listriknya bahkan lebih rendah dari 40 persen.

Data Akurat atau Pembohongan Publik?