INFOTREN.ID - Kisah Layla dan Qais adalah salah satu legenda cinta paling terkenal dan tragis sepanjang sejarah, melampaui batas budaya Arab hingga Persia, bahkan sering disandingkan dengan kisah Romeo dan Juliet di Barat. 

Kisah ini bukan sekadar cerita romansa ia adalah metafora mendalam tentang cinta yang tulus, pengorbanan, dan penderitaan yang melahirkan puisi abadi.

Inti dari kisah ini berpusat pada dua tokoh utama yaitu Qais dan Layla. Qais bin al-Mulawwah seorang pemuda dari suku Bani Amir di Nejd, Arab, yang karena obsesinya pada Layla, diberi julukan Majnun (yang berarti "orang gila" atau "kerasukan").

Sementara Layla al-'Amiriyah merupakan seorang gadis yang sangat cantik dan bijaksana, pujaan hati Qais, yang cintanya kepada Qais terhalang oleh tradisi dan tekanan sosial.

Kisah Qais dan Layla konon didasarkan pada peristiwa nyata yang terjadi pada masa kekhalifahan Umayyah di Arab (sekitar abad ke-7 Masehi).

iklan sidebar-1

Qais dan Layla adalah sepupu dan sahabat karib sejak masa kanak-kanak. Cinta mereka tumbuh ketika mereka bersekolah bersama, menggembalakan ternak, dan berbagi kisah di padang pasir. Mereka jatuh cinta sedalam-dalamnya, saling melantunkan syair yang memuja.

Namun, ketika Layla memasuki usia dewasa, ia dipingit sesuai tradisi, dan pertemuan mereka menjadi terlarang. Perpisahan paksa ini memicu penderitaan luar biasa bagi Qais.

Setelah dilarang bertemu Layla, Qais menjadi sangat tertekan. Ia mulai menunjukkan perilaku aneh mulai dari menolak makan, pakaiannya lusuh, dan ia menghabiskan hari-harinya berkeliaran di padang pasir, gunung, dan hutan.

Dalam kegilaannya, Qais mulai menciptakan syair-syair cinta yang indah, memuja Layla dan meratapi nasibnya. Syair-syairnya begitu menyentuh dan populer sehingga orang-orang di sekitarnya tidak lagi memanggilnya Qais, melainkan Majnun julukan yang melekat sebagai simbol cinta yang melampaui batas akal sehat.