INFOTREN.ID - Pagi yang biasa di ibu kota ekonomi Cotonou berubah dramatis saat sebuah kelompok kecil tentara muncul di layar televisi nasional. 

Tanpa peringatan, mereka menyatakan bahwa “komite militer” telah mengambil alih kekuasaan dengan membubarkan semua institusi negara, menangguhkan konstitusi, dan menutup perbatasan udara, darat, maupun laut. 

Namun hanya dalam hitungan jam, tuduhan penggulingan kekuasaan itu dibantah keras oleh pemerintah. 

Kekacauan berubah jadi ketenangan, tetapi pertanyaan besar tetap mengawang: apa fakta di balik layar?

Siaran Militer: “Era Baru”

iklan sidebar-1

Menurut laporaan Reuters (7/12), dalam siaran, suara tegas di stasiun resmi, seorang anggota militer menegaskan bahwa “tentara dengan sungguh-sungguh berkomitmen untuk memberi rakyat Benin harapan akan era baru yang benar-benar baru, di mana persaudaraan, keadilan, dan kerja mendominasi.” 

Dilansir dari pengumuman itu, semua kekuasaan sipil dibubarkan dan konstitusi ditangguhkan, sebuah perubahan total instan.

Pernyataan itu mengejutkan, terutama dengan panel tentara bersenjata tampil di televisi pagi-pagi.

Reaksi Pemerintah: “Upaya Kudeta Gagal”