INFOTREN.ID – Polisi anti huru-hara Georgia menggunakan meriam air dan semprotan merica untuk membubarkan massa pengunjuk rasa yang mencoba menerobos masuk ke istana presiden di Tbilisi, Sabtu (4/10/2025) waktu setempat.
Aksi ini terjadi di tengah berlangsungnya pemilu lokal yang dibayangi boikot dan tudingan kecurangan.
Dalam insiden tersebut, lima aktivis ditangkap oleh aparat keamanan. Di antara yang ditahan adalah penyanyi opera ternama Paata Burchuladze dan dua anggota dari partai oposisi terbesar, United National Movement (UNM).
Wakil Menteri Dalam Negeri Georgia, Aleksandre Darakhvelidze, mengatakan para tersangka diduga menyerukan penggulingan pemerintah secara ilegal.
“Jika terbukti bersalah, mereka dapat dijatuhi hukuman hingga sembilan tahun penjara,” ujarnya, dikutip media lokal via Reuters.
Tensi Politik Meningkat
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Partai penguasa, Georgian Dream, mengklaim menang di seluruh wilayah dalam pemilu tingkat kota dan daerah.
Namun, dua blok oposisi utama memilih memboikot proses tersebut, menuding adanya penyimpangan dan dominasi kekuasaan oleh partai yang dianggap pro-Rusia.
Oposisi menuding Georgian Dream berusaha mengarahkan negara menjauh dari Uni Eropa dan mendekat ke Rusia.


