INFOTREN.ID - Pemerintah Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Donald Trump meningkatkan tensi militer di kawasan Amerika Selatan dengan mengerahkan kelompok kapal induk USS Gerald R. Ford.
Langkah agresif itu menandai unjuk kekuatan terbesar Washington di wilayah tersebut dalam beberapa dekade terakhir.
Menurut laporan Reuters (24/10/2025), pengiriman kelompok kapal induk itu memperkuat armada yang telah berisi delapan kapal perang, satu kapal selam nuklir, dan sejumlah pesawat tempur F-35 di perairan Karibia.
Pengerahan ini disebut sebagai respons atas meningkatnya ketegangan dengan Venezuela, yang dituduh Washington sebagai “sarang perdagangan narkoba” dan “pengancam demokrasi regional.”
“Peningkatan kehadiran kekuatan AS di area tanggung jawab Komando Selatan akan memperkuat kemampuan untuk mendeteksi, memantau, dan mengganggu aktivitas ilegal yang membahayakan keamanan AS serta Belahan Barat,” ujar juru bicara Pentagon, Sean Parnell, dalam keterangan resminya di platform X.
Maduro: ‘Jutaan Warga Akan Bangkit Jika AS Menyerang’
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Langkah AS memicu reaksi keras dari Presiden Venezuela, Nicolás Maduro, yang menuduh Washington tengah merencanakan upaya kudeta terhadap pemerintahannya.
“Jika AS berani menyerang, kelas pekerja akan bangkit. Kami akan menggelar pemogokan umum di jalan-jalan hingga kekuasaan rakyat dipulihkan,” tegas Maduro, menambahkan bahwa “jutaan pria dan wanita bersenjata akan berbaris di seluruh negeri.”
Pernyataan itu memperdalam krisis diplomatik di kawasan, apalagi setelah Washington menggandakan hadiah menjadi 50 juta dolar AS bagi siapa pun yang memberikan informasi yang bisa mengarah pada penangkapan Maduro terkait dugaan perdagangan narkoba, sebuah tuduhan yang dibantah keras oleh Caracas.


