INFOTREN.ID - Thailand dengan pesona pantainya yang indah dan budayanya yang kaya, telah lama menjadi destinasi favorit wisatawan dari seluruh dunia, termasuk Israel. Namun, dalam beberapa waktu terakhir, gelombang kedatangan turis Israel, terutama pasca-militer, di beberapa hotspot seperti Koh Pha Ngan dan Pattaya, justru memicu kontroversi dan keresahan di kalangan warga lokal dan pemerintah Thailand.
Isu ini telah menarik perhatian media lokal maupun internasional, menyoroti serangkaian insiden yang menciptakan ketegangan dan bahkan memicu permintaan agar wisatawan tertentu dideportasi.
Dugaan Bisnis Pariwisata Ilegal yang Meresahkan Salah satu masalah utama yang disoroti adalah dugaan pendirian bisnis pariwisata ilegal oleh warga negara Israel yang secara eksklusif menargetkan sesama wisatawan Israel.
Laporan-laporan menyebutkan bahwa turis-turis ini diduga memperoleh lahan melalui perwakilan Thailand, lalu mendirikan berbagai usaha seperti: Penyewaan Vila dan Akomodasi Kafe dan Restoran Agen Tur Pusat Komunitas atau Keagamaan (seperti pusat Chabad) Bisnis-bisnis ini diduga dijalankan tanpa izin yang sesuai atau melanggar peraturan yang melarang warga asing memiliki dan mengoperasikan bisnis tertentu.
Hal ini meresahkan warga lokal Thailand karena dianggap merugikan bisnis kecil mereka dan memicu lonjakan harga properti di area wisata, seperti yang terjadi di Koh Pha Ngan. Gubernur Surat Thani bahkan telah mengadakan pertemuan tingkat tinggi untuk mengusut dugaan akuisisi lahan dan bisnis ilegal ini, serta meninjau status visa untuk memastikan kepatuhan.
Perilaku yang Dianggap Melanggar Adat dan Arogan Selain masalah bisnis, serangkaian insiden perilaku buruk oleh individu wisatawan Israel juga memicu kemarahan publik. Tuduhan yang dilayangkan termasuk:
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Menolak Menghormati Adat Lokal: Salah satu insiden yang viral adalah turis Israel yang menolak melepas sepatu di dalam restoran, yang merupakan praktik penghormatan umum di Thailand, sambil mengeluarkan pernyataan sombong yang meremehkan negara tuan rumah.
Arogansi dan Permintaan Gratisan, banyak keluhan di media sosial, terutama TikTok, menuduh beberapa turis Israel bersikap arogan, menuntut layanan gratis, dan menunjukkan kurangnya rasa hormat terhadap budaya lokal.
Perilaku Tidak Senonoh: Beberapa insiden lain yang dilaporkan melibatkan tindakan yang sangat tidak pantas, seperti buang air besar di taksi dan menolak membayar ganti rugi penuh, hingga kasus pencurian. Insiden-insiden ini telah memicu "badai kritik" di media sosial dan membuat sejumlah warga Thailand geram. Di beberapa wilayah, bahkan sempat muncul seruan penolakan untuk melayani wisatawan Israel.


