INFOTREN.ID - Kementerian Luar Negeri (Kemlu) dan Kementerian Ekonomi Kreatif/Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Kemenekraf) baru-baru ini meningkatkan koordinasi melalui sebuah audiensi strategis. Pertemuan penting ini dirancang untuk memperkuat jalinan kerja sama kelembagaan kedua kementerian.

Fokus utama dari sinergi ini adalah upaya bersama untuk memperluas jejaring kerja sama ekonomi kreatif Indonesia di tingkat internasional. Langkah ini merupakan bagian dari strategi diplomasi Indonesia yang lebih besar.

Kedua kementerian secara tegas menyatakan komitmen bersama untuk membangun fondasi diplomasi yang kokoh dan terstruktur. Hal ini sangat relevan dengan aspirasi Indonesia untuk memantapkan diri sebagai salah satu pemimpin Global South.

Lebih lanjut, sinergi ini juga bertujuan memposisikan Indonesia sebagai pusat penting dalam peta ekonomi kreatif dunia. Persiapan ini semakin krusial menjelang penyelenggaraan World Conference on Creative Economy (WCCE) pada tahun 2026 mendatang.

Menteri Ekonomi Kreatif, Teuku Riefky Harsya, menyoroti peran fundamental sektor ekonomi kreatif dalam strategi diplomasi nasional. Ia menekankan bahwa sektor ini bukan sekadar sektor ekonomi semata.

"Sebagai elemen penting dalam Grand Strategy Diplomasi Soft Power Indonesia, ekonomi kreatif telah terbukti menjadi instrumen diplomasi yang efektif. Kemitraan erat dengan Kemlu adalah fondasi utama bagi Indonesia untuk terus memperkuat kepemimpinannya di kancah ekonomi kreatif global," ujar Menteri Ekraf saat pertemuan di Kantor Kemlu, Jakarta.

Dilansir dari JAKARTAHYPE.COM, pertemuan yang berlangsung di Jakarta ini menegaskan bahwa diplomasi ekonomi kreatif adalah kunci keberhasilan soft power Indonesia. Kemitraan antara Kemlu dan Kemenekraf menjadi motor penggerak utama.

Dengan kolaborasi ini, diharapkan produk dan talenta kreatif Indonesia semakin mudah menembus pasar global. Ini adalah langkah konkret untuk mengakselerasi pertumbuhan ekonomi kreatif nasional.

Peningkatan daya saing ekonomi kreatif di panggung dunia menjadi target jangka menengah yang ingin dicapai melalui kerja sama antar-lembaga ini. Langkah strategis ini menunjukkan keseriusan pemerintah.