INFOTREN.ID - Salah vonis HIV merenggut harapan Mistono, tapi dari luka lahirlah kisah inspiratif perjuangan, pengampunan, dan cahaya kehidupan.
Di sebuah kabupaten kecil bernama Batang, hidup seorang pria sederhana, Mistono, yang datang ke rumah sakit dengan keluhan batu ginjal.
Ia tak pernah menyangka bahwa langkahnya ke ruang medis justru menjadi pintu menuju gelapnya stigma: sebuah vonis HIV positif yang dijatuhkan dokter tanpa dasar yang jelas.
Dari ruang perawatan, kabar itu menyebar bagai api, membakar habis rasa percaya, bahkan cinta keluarganya.
Namun, inilah titik mula kisah inspiratif yang kelak membuat banyak orang merenung: bahwa dari luka dalam, manusia dapat menemukan terang.
Tubuh Melemah, Jiwa Merintih
Mistono jatuh dalam jurang kesepian. Tubuhnya kian lemah, bukan hanya karena penyakit yang ia derita, melainkan karena hati yang terkoyak.
Keluarga yang dulu menjadi sandaran perlahan menjauh, tetangga melirik dengan bisikan, dan dunia seolah menutup pintu.
Tubuhnya kurus, langkahnya goyah, tetapi di antara retakan itu, ada suara hati yang berbisik: “Aku tidak boleh menyerah.”


