INFOTREN.ID - Pagi di Pulau Osi, Seram Bagian Barat, Maluku, tak sekadar tentang mentari yang merekah.
Ini adalah saksi bisu dari sebuah perjuangan sunyi, sebuah kisah Inspiratif yang dianyam oleh dedikasi.
Di antara desir angin laut dan nyanyian camar, sebuah motor melaju perlahan, membelah jembatan kayu yang membentang di atas hamparan air dan rimbunnya mangrove.
Di balik kemudinya, sosok pria sederhana yang akrab disapa Pak Asdar, petugas distribusi Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Resetlemen Pulau Osi, memanggul tanggung jawab besar: mengantar harapan dalam setiap kotak makanan bergizi.
Jembatan Rapuh, Jiwa Tangguh
Tugas Pak Asdar bukan sekadar rutinitas; ia adalah misi kemanusiaan bagi anak-anak bangsa di pulau itu.
Sejak Mei 2025, ia telah menjadi tulang punggung Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Pulau Osi.
Setiap hari, ia menempuh tiga kilometer jalanan yang bukan aspal, melainkan jembatan kayu sempit yang licin dan rapuh, menuju SD Negeri Pulau Osi dan PAUD At-Taqwa.
Jalan itu penuh tantangan. Saat air pasang, sebagian jembatan terendam, dan papan-papan yang rusak menjadi ujian kesabaran.


