INFOTREN.ID - Di tangan para pembatik, lilin bukan sekadar cairan panas yang menetes. Ia adalah bahasa jiwa, puisi yang ditulis pada kain putih, warisan yang mengikat sejarah, tradisi, dan doa-doa nenek moyang.

Dan kini, kisah inspiratif itu melangkah jauh, menyeberangi lautan, menembus jantung Eropa Timur dan menyentuh hati Serbia melalui Batik Workshop 2025 di Beograd.

Peserta lokakarya Batik Workshop 2025 di Belgrade School of Design dan Fakultas Seni Terapan, University of Arts in Belgrade serius menerima materi dari tutor. (Foto: KBRI Beograd via kemlu.go.id)

Batik Menjadi Bahasa Lintas Bangsa

Dilansir dari laman resmi Kemlu RI yang diakses pada (27/9/2025), KBRI Beograd bersama Dharma Wanita Persatuan KBRI Beograd menghadirkan keajaiban ini pada 24–25 September 2025 lalu, melalui lokakarya berupa batik tulis di Belgrade School of Design dan Fakultas Seni Terapan, University of Arts in Belgrade.

iklan sidebar-1

Dua sosok hadir menyalakan pelita: Venny Alamsyah dari Batik House Indonesia dan Katarina Ivanovic, alumni Darmasiswa Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta.

Pertemuan mereka menyatukan dua pandangan yang berbeda, seorang pembatik asli Indonesia dan seorang putri Serbia yang pernah belajar kriya di Yogyakarta.

“Batik Tulis Indonesia tidak hanya merupakan warisan budaya yang diakui oleh UNESCO, tapi diakui dunia sebagai sebuah perwujudan sejarah, filosofi, dan tradisi Indonesia yang diwariskan secara turun-temurun,” ujar Dubes Andreano Erwin, penuh kebanggaan.

Peserta lokakarya Batik Workshop 2025 di Belgrade School of Design dan Fakultas Seni Terapan, University of Arts in Belgrade serius membatik. (Foto: KBRI Beograd via kemlu.go.id)