INFOTREN.ID - Di tengah hiruk-pikuk wisuda Universitas Airlangga (UNAIR) pada 4 Oktober 2025 lalu, muncul sosok Alissa Angelia.

Dara jelita ulusan Fakultas Hukum yang tak hanya meraih gelar sarjana, tapi juga menapaki puncak magister di University of Durham, Inggris, melalui program fast track yang seperti angin sepoi membawa mimpi melintasi lautan.

Kisah inspiratif ini, bagai puisi yang ditulis oleh tangan pujangga jenius, menggambarkan bagaimana seorang wanita muda biasa bisa menjelma menjadi pelaut ilmu yang tak kenal lelah, menggugah hati pembaca untuk bertanya: apakah mimpimu juga bisa terbang setinggi itu?  


Panggilan yang Tak Terduga  

Bayangkan semester lima di UNAIR, saat Alissa pertama kali mendengar bisikan program fast track, sebuah jembatan emas yang menyatukan dua universitas ternama.

iklan sidebar-1

Bagi Alissa, ini bukan sekadar kesempatan; ini adalah simfoni waktu yang dipangkas menjadi empat tahun penuh, menyatukan S1 dan S2 dalam harmoni yang efisien.

Seperti burung phoenix yang bangkit dari debu rutinitas, ia tertarik pada janji iklim akademik asing, di mana setiap langkah adalah bait puisi baru.

Informasi itu datang seperti hujan petir, membangunkan hasratnya untuk menjelajah, membuktikan bahwa peluang besar sering bersembunyi di balik pintu kelas biasa.  

Esai dan Angin Budaya yang Menggigit