INFOTREN.ID - Dewi Astutik, atau yang memiliki nama asli Pariyatin (43 tahun) berasal dari Ponorogo, Jawa Timur (Jatim).

Sebuah nama yang mungkin asing bagi sebagian orang, namun sangat dikenal di kalangan penegak hukum dan dunia narkotika. 

Wanita ini adalah gembong narkoba kelas kakap yang mengendalikan jaringan sabu senilai Rp 5 triliun.

Bagaimana bisa seorang wanita dari kampung menjadi otak di balik bisnis haram sebesar ini?

Jejak Hitam di Segitiga Emas

iklan sidebar-1

Dewi Astutik dikenal sebagai "Mami" di kalangan jaringan narkobanya. Ia diduga kuat terlibat dalam sindikat narkoba internasional yang beroperasi di Segitiga Emas.

Segitiga Emas ini mencakup wilayah perbatasan antara Thailand, Laos, dan Myanmar yang terkenal sebagai pusat produksi narkotika dunia.

Segitiga Emas adalah wilayah yang sangat strategis untuk bisnis narkoba. Dari sana, narkoba bisa didistribusikan ke berbagai negara, termasuk Indonesia.

Dewi Astutik telah beroperasi di wilayah Golden Triangel (Thailand, Myanmar, Laos) sejak 2023.