INFOTREN.ID - Aliansi Masyarakat Purbalingga Pemerhati Soedirman (AMPPS) mengakhiri kunjungan di Jakarta dengan audiensi penting bersama Ketua MPR RI Ahmad Muzani. Pertemuan ini bertujuan memperjuangkan penghargaan negara terhadap tempat kelahiran Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Audiensi di Gedung MPR RI dibuka oleh Sunaryo, penasihat AMPPS yang akrab disapa “Paguru”. Ia menyampaikan bahwa kedatangan rombongan untuk menyampaikan aspirasi serta meminta arahan dari Ketua MPR RI terkait langkah strategis.
Juru bicara AMPPS, Yudhia Patriana dan Agus Sukoco, memaparkan dengan rinci aspirasi masyarakat Purbalingga. Perjalanan rombongan dimulai dari Purbalingga malam Minggu hingga tiba di Jakarta pada Senin dini hari dengan berbagai aktivitas penting.
Dalam audiensi, AMPPS mengajukan empat permohonan utama yakni perbaikan infrastruktur jalan strategis, pembangunan kawasan pendidikan militer terpadu, pengembangan cabang industri pertahanan PINDAD, serta optimalisasi Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman.
Yudhia menyoroti ketimpangan perhatian terhadap tempat kelahiran Jenderal Soedirman yang belum diakui setara daerah lain, meski namanya diabadikan di jalan protokol nasional. Ia berharap pengakuan nasional serta pembangunan yang dapat mendorong potensi ekonomi dan sejarah di Purbalingga.
Ketua MPR RI Ahmad Muzani menegaskan bahwa Jenderal Soedirman adalah milik seluruh bangsa Indonesia. Ia menekankan pentingnya sinkronisasi kewenangan antara pemerintah pusat, provinsi, dan kabupaten agar aspirasi AMPPS dapat direalisasikan.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Muzani menyambut baik rencana pembangunan kawasan pendidikan militer terintegrasi dan berjanji akan mengomunikasikannya dengan Panglima TNI. Mengenai Bandara Panglima Besar Jenderal Soedirman, ia menyebutkan tantangan utama adalah aspek bisnis.
“Bandaranya ada, pesawatnya ada, orangnya ada, tapi tidak ada penumpangnya," ujarnya.
Agus Sukoco menutup audiensi dengan optimisme penuh, “Kami yakin, dengan kekuatan Ketua MPR RI, tidak ada yang tidak mungkin. Jika Ketua berkenan, maka besok akan ada keajaiban bagi Purbalingga.” Audiensi ini jadi momentum penting perjuangan AMPPS dengan peluang besar untuk pembangunan daerah.


