INFOTREN.ID - Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK), Setyo Budiyanto, akhirnya angkat bicara merespons pernyataan mantan Menkopolhukam Mahfud MD terkait dugaan penggelembungan anggaran (mark up) dalam proyek Kereta Cepat Jakarta–Bandung (Whoosh). 

Reaksi ini sontak memanaskan kembali perdebatan publik mengenai transparansi dan akuntabilitas proyek infrastruktur yang menelan dana besar.

KPK Belum Terima Laporan Resmi

Menanggapi isu yang berkembang, Setyo menegaskan bahwa hingga saat ini KPK belum menerima laporan resmi terkait dugaan mark up tersebut, baik dari pihak internal maupun eksternal.

"Sampai sekarang sih belum terinformasi ya, artinya dari internal," ujar Setyo, seperti dilansir dari Tribunnews yang diakses pada (1/11).

iklan sidebar-1

Tantangan Terbuka untuk Mahfud MD

Namun, yang menarik, Setyo justru berani menantang Mahfud MD untuk menunjukkan data yang menjadi dasar dari pernyataannya. 

Dalam beberapa kesempatan, Mahfud memang mengungkapkan adanya selisih biaya pembangunan per kilometer yang signifikan antara proyek Kereta Cepat Whoosh di Indonesia dan di Cina. 

"Tapi kalau Pak Mahfud menyampaikan seperti itu, ya mudah-mudahan ada informasi, ada data dan dokumen yang bisa mendukung kejelasan dari yang disampaikan," lanjut Setyo.