Infotren - Serangan militer Israel terhadap Iran memicu lonjakan ketegangan di kawasan Timur Tengah, menggemparkan komunitas internasional. Aksi ini disebut sebagai respons atas dugaan ancaman strategis yang berkembang dari Teheran.
Militer Israel melancarkan serangan udara terkoordinasi ke beberapa fasilitas penting Iran, termasuk pusat penelitian militer dan infrastruktur komunikasi. Sumber keamanan menyebutkan bahwa operasi ini melibatkan drone dan jet tempur secara simultan.
Iran menanggapi dengan pernyataan keras, menyebut tindakan Israel sebagai "agresi terang-terangan" yang akan dibalas dengan kekuatan setimpal. Pemerintah Iran juga langsung meningkatkan status siaga militernya di seluruh wilayah.
Dewan Keamanan PBB segera mengadakan pertemuan darurat untuk membahas dampak geopolitik dari eskalasi ini. Beberapa negara menyerukan penahanan diri dan solusi diplomatik guna mencegah konflik skala besar.
Pengamat militer menyatakan bahwa ini adalah titik kritis yang dapat memicu konflik regional lebih luas jika tidak dikendalikan. Ketegangan antara kedua negara telah lama berlangsung, tetapi serangan langsung seperti ini jarang terjadi.
Pasar global pun merespons negatif, dengan harga minyak melonjak tajam akibat kekhawatiran gangguan pasokan dari kawasan Teluk. Investor mulai mengalihkan aset ke instrumen yang lebih aman seperti emas dan dolar AS.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Hingga kini, belum ada laporan korban jiwa secara resmi dari kedua belah pihak, namun dampak jangka panjang dari serangan ini diperkirakan akan signifikan. Dunia menantikan apakah ini awal dari perang terbuka atau tekanan menuju meja perundingan.


