INFOTREN.ID - Pada rapat paripurna di DPR RI, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menghadapi situasi yang tak biasa: ia menegur secara terbuka, menantang, sekaligus mempertanyakan kesiapan legislatif dalam menyikapi anggaran bantuan sosial (bansos).
Dalam pertemuan itu, ia bahkan menyatakan: “Terus Pak Said minta 2 (liter). Saya challenge, yaudah kenapa 2 liter, 5 liter aja sekalian. Yang gak berani Pak Said rupanya.” dikutip dari Suara.com yang diakses pada (3/11).
Momen ini terjadi di hadapan Presiden Prabowo Subianto yang hadir dalam mekanisme pengesahan anggaran.
Tema utamanya: anggaran bansos, peran DPR dan pemerintah, serta tanggung jawab atas kebijakan fiskal yang berdampak langsung ke rakyat.
Ini bukan sekadar frekuensi tatap antar-pemangku kepentingan, ini adalah titik kritis di mana kebijakan, keberanian, dan kontrol publik bertemu.
Dialog yang Menggenggam Makna
Dalam rapat tersebut, Purbaya tidak memilih nada diplomatis semata. Ia menantang DPR agar lebih tegas dalam menentukan jumlah bansos.
“Kalau mau menambah, ya tambah sekalian,” ujarnya lugas. Sikap ini menunjukkan dorongan agar lembaga legislatif berani mengambil posisi, bukan sekadar menyetujui.


