Infotren - Kesadaran masyarakat Indonesia terhadap pentingnya penggunaan tabir surya masih tergolong rendah, meskipun negara ini memiliki intensitas sinar matahari yang tinggi sepanjang tahun. Hal ini meningkatkan risiko masalah kulit seperti penuaan dini, flek hitam, dan bahkan kanker kulit.
Banyak masyarakat masih menganggap tabir surya hanya dibutuhkan saat pergi ke pantai atau beraktivitas di luar ruangan dalam waktu lama. Padahal, paparan sinar UV tetap terjadi meski cuaca mendung atau saat berada di dalam ruangan dengan sinar matahari tidak langsung.
Dokter spesialis kulit menekankan pentingnya penggunaan tabir surya setiap hari sebagai langkah perlindungan utama terhadap dampak buruk sinar ultraviolet. Pemilihan tabir surya dengan SPF yang sesuai dan re-aplikasi secara rutin juga menjadi faktor kunci dalam perlindungan maksimal.
Data dari berbagai survei menunjukkan bahwa hanya sebagian kecil masyarakat Indonesia yang rutin menggunakan tabir surya setiap hari. Kurangnya edukasi publik dan anggapan bahwa tabir surya tidak penting turut berkontribusi terhadap rendahnya kesadaran ini.
Selain itu, banyak pengguna mengeluhkan tekstur, harga, atau ketidaknyamanan saat menggunakan produk tabir surya. Faktor-faktor tersebut membuat sebagian orang enggan menjadikan penggunaan tabir surya sebagai kebiasaan harian.
Pakar kesehatan kulit mendorong pelibatan lebih aktif dari pemerintah dan industri kecantikan dalam mengedukasi masyarakat melalui kampanye yang mudah diakses dan relevan secara budaya. Pendidikan sejak dini di sekolah-sekolah juga bisa menjadi solusi jangka panjang untuk meningkatkan kesadaran ini.
Dengan meningkatnya paparan sinar UV akibat perubahan iklim, penggunaan tabir surya bukan lagi pilihan, tetapi kebutuhan. Menjadikan tabir surya sebagai bagian dari rutinitas harian adalah langkah kecil dengan dampak besar bagi kesehatan kulit jangka panjang.


