INFOTREN.ID - Wakil Menteri Lingkungan Hidup/Wakil Kepala Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH), Diaz Hendropriyono menghadiri peresmian Tempat Pengelolaan Sampah Reduce–Reuse–Recycle (TPS3R) di Lenteng Agung, Jakarta Selatan.
Fasilitas ini merupakan kolaborasi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, Nestlé Indonesia, WWF Indonesia, dan Waste4Change sebagai langkah konkret memperkuat pengelolaan sampah perkotaan, terutama sampah plastik yang terus meningkat setiap tahun.
Dalam sambutannya, Wamen Diaz menegaskan bahwa Indonesia menghadapi situasi serius terkait timbulan sampah plastik yang mencapai puluhan juta ton per hari dan tidak dapat terurai secara alami. Menurutnya, sampah plastik dapat terfragmentasi dari ukuran makro hingga mikro dan nano plastik yang sangat sulit dikendalikan.
“Sampah plastik di mana-mana, dari makro ke mikro, dari 5 mm ke 1 mm, dan setelah ratusan tahun menjadi nano plastik yang terus terdegradasi menjadi partikel lebih kecil lagi,” ungkap Wamen Diaz, dalam siaran pers Kementerian Lingkungan Hidup (KLH), 27 November 2025.
Wamen Diaz menekankan bahwa ancaman tersebut bukan lagi persoalan lingkungan semata, tapi juga isu kesehatan publik. Mikro dan nano plastik kini ditemukan pada berbagai media, termasuk tubuh manusia.
“Saat ini mikro plastik dan nano plastik sudah masuk tubuh kita, sudah ada di darah dan air susu ibu bahkan di plasenta bayi. Jadi anak-anak kita nanti sudah ada konsumsi mikro plastik,” tukasnya.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!

Wamen Lingkungan Hidup Diaz Hendropriyono menghadiri peresmian TPS3R di Lenteng Agung, untuk memperkuat pengelolaan sampah perkotaan. foto: KLH
Dalam konteks tersebut, kehadiran TPS3R Lenteng Agung menjadi bagian penting dari percepatan target Indonesia Bebas Sampah 2029. Menurut Wamen Diaz, TPS3R tengah didorong pemerintah sebagai pelengkap program Waste to Energy (WTE) yang juga sedang diperkuat.
“KLH sedang mendorong TPS3R di seluruh Indonesia. Kami telah mengusulkan 1000 TPS3R dan sedang direkap ulang termasuk untuk revitalisasi TPS3R,” lanjut Wamen Diaz.


