INFOTREN.ID - Hujan deras awal Desember 2025 meninggalkan jejak panjang di sejumlah wilayah Sumatera: rumah-rumah terendam, jalan putus, dan ribuan warga mengungsi. Menanggapi kondisi darurat itu, Kementerian Lingkungan Hidup dan Badan Pengelola Lingkungan Hidup(KLH/BPLH) segera menggalang bantuan dari 17 mitra strategis.
Pada Sabtu pagi, 6 Desember 2025, seluruh paket bantuan yang terkumpul diserahkan kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta. Serah terima dipimpin oleh Sekretaris KLH/Sestama BPLH kepada Deputi BNPB Bidang Sistem dan Strategi dan disaksikan perwakilan Komandan Lanud, menandai titik awal distribusi.
Sekretaris Kementerian LH/Sekretaris BPLH, Rosa Vivien Ratnawati menyampaikan pesan langsung dari Menteri LH/Kepala BPLH, Hanif Faisol Nurofiq yang menyatakan “Kita tidak hanya mengirimkan barang; kita mengirimkan kepedulian dan harapan,” ucapnya, dalam siaran pers KLH, 6 Desember 2025.
Menteri Hanif disebut ingin memastikan KLH/BPLH menjadi bagian untuk mengatasi kondisi di daerah terdampak bencana, dan akan selalu berkoordinasi dengan BNPB agar bantuan bisa sampai tepat sasaran dan mendukung pemulihan lingkungan yang berkelanjutan.
Total bantuan yang berhasil dihimpun mencapai Rp5,25 miliar, dialokasikan untuk Aceh Rp1,3 miliar, Sumatera Utara Rp1,25 miliar, dan Sumatera Barat Rp1,2 miliar.

Menanggapi kondisi darurat bencana di Sumatera, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) segera menggalang bantuan dari 17 mitra strategis. foto: KLH
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Bantuan berupa logistik—sembako, perlengkapan bayi, pakaian, selimut—dengan perkiraan volume sekitar 200 ton, serta bantuan tunai. Bantuan dikirim menggunakan 3 truk tronton dan 2 mobil box; tiga truk tronton tersebut diarahkan ke Pelabuhan Tanjung Priok untuk pengiriman laut agar bisa menjangkau wilayah yang lebih jauh.
Untuk mempercepat akses kebutuhan mendesak, sebagian bantuan tunai kami salurkan melalui Palang Merah Indonesia (PMI), sementara sebagian lain diserahkan langsung ke lokasi terdampak sesuai kebutuhan lapangan.
“Koordinasi cepat dengan BNPB, PMI, dan pemerintah daerah adalah kunci; setiap langkah kami dokumentasikan agar bantuan dapat dipertanggungjawabkan kepada publik dan mitra,” terang Rosa Vivien Ratnawati.


