INFOTREN.ID - Sababay Winery, yang didirikan oleh Mulyati Gozali dan putrinya Evy Gozali, kembali mencatatkan prestasi gemilang di kancah internasional. Dalam ajang bergengsi Decanter World Wine Awards 2025, mereka berhasil meraih dua penghargaan yang sangat membanggakan. Ascaro Brut, wine sparkling yang sering disebut sebagai jawaban Indonesia terhadap Champagne, berhasil meraih Medali Perak dengan nilai 94 poin. Sementara itu, Fiorosa Rosé Brut juga tidak kalah menarik perhatian, meraih Medali Perunggu.
Keberhasilan ini menempatkan produk wine sparkling Indonesia sejajar dengan merek-merek terkemuka dunia. Sejak berdiri pada tahun 2010, Sababay telah mengumpulkan total 67 penghargaan internasional untuk produk wine dan minuman beralkohol berbasis anggur, serta untuk destinasi wisata The House of Sababay. Hal ini mencerminkan komitmen mereka terhadap kualitas, inovasi, dan keramahtamahan.
“Penghargaan ini adalah momen yang membanggakan bagi seluruh tim kami dan juga untuk dunia wine Indonesia,” kata Evy Gozali, CEO Sababay Winery, dalam keterangannya, Selasa (22/7/2025). “Ini membuktikan bahwa dengan semangat, konsistensi, dan keterlibatan nyata dengan komunitas lokal, kita bisa menciptakan produk yang benar-benar berkelas dunia,” imbuhnya.
Decanter World Wine Awards merupakan kompetisi wine terbesar dan paling berpengaruh di dunia. Pada tahun 2025, lebih dari 18.000 wine dari 57 negara dinilai secara buta oleh 250 juri ahli, termasuk Master of Wine dan Master Sommelier. Ascaro Brut berhasil menarik perhatian berkat kesegaran elegan, gelembung halus, dan aroma tropis yang kaya. Diluncurkan kembali pada akhir 2024 setelah penyempurnaan bertahun-tahun, Ascaro memperoleh skor luar biasa 94 poin, sebuah pencapaian yang sangat berarti untuk wine sparkling dari iklim tropis.
Sementara itu, Fiorosa Rosé Brut, hasil riset selama delapan tahun untuk mencapai kematangan ideal pada varietas anggur Shiraz dan Cabernet Sauvignon di Bali, juga mencuri perhatian juri dengan keseimbangan aroma bunga dan jeruknya. Wine ini dianugerahi skor 86 poin, semakin memperkuat posisi Sababay sebagai pelopor New Latitude Winemaking.
“Tujuan kami adalah membuktikan bahwa wine berkualitas bisa tumbuh dari garis khatulistiwa,” ujar Guillaume Quéron, Kepala Winemaking & Distilling. “Penghargaan ini menjadi validasi bahwa Indonesia memiliki sesuatu yang unik untuk ditawarkan ke dunia wine.”
Sababay lahir dari mimpi untuk memberdayakan petani dan mengolah potensi pertanian Indonesia. Nama Sababay sendiri diambil dari lokasi berdirinya kilang, di tepi Teluk Saba yang tenang, di Gianyar, Bali. Setiap botol wine Sababay adalah persembahan untuk kekayaan alam Bali, diracik dengan semangat dan presisi.
Dengan kolaborasi bersama petani lokal dan penggabungan teknik Eropa dengan terroir Indonesia, perjalanan Sababay mencerminkan kekuatan dari tujuan bersama, serta andil wanita dalam mendorong perubahan di industri yang selama ini didominasi laki-laki. Lebih dari sekadar kilang wine, Sababay juga memproduksi spirit berbasis anggur dan mengelola The House of Sababay, destinasi wisata edukatif yang buka setiap hari bagi wisatawan yang ingin mengenal lebih dekat budaya wine Indonesia.
Di sini, pengunjung dapat mengikuti sesi wine tasting, melihat langsung proses pembuatan wine, serta merasakan sendiri mengapa Sababay dikenal bukan hanya karena produknya, tetapi juga pengalamannya yang otentik dan mengesankan.


