INFOTREN.ID - Seorang jurnalis terkemuka Palestina dan reporter media sosial, Saleh Aljafarawi, tewas ditembak di Kota Gaza pada Sabtu, 11 Oktober 2025. 

Kematian tragis ini terjadi hanya beberapa hari setelah pengumuman gencatan senjata yang rapuh antara Israel dan kelompok bersenjata di Gaza, menyoroti betapa berbahayanya situasi di lapangan, bahkan di luar baku tembak langsung militer.

Kabar kematian Aljafarawi menambah daftar panjang jurnalis Palestina yang gugur dalam konflik yang dimulai sejak Oktober 2023, yang kini telah dicatat oleh berbagai badan pemantau media sebagai konflik paling mematikan bagi pekerja media dalam sejarah modern, dengan korban mencapai lebih dari 270 jurnalis.

Saleh Aljafarawi, yang dikenal karena video-video liputannya yang memotret dampak perang dan kehancuran di Gaza, gugur pada usia 28 tahun.

Aljafarawi ditembak mati saat meliput atau mendokumentasikan skala kehancuran di lingkungan al-Sabra di Kota Gaza.

iklan sidebar-1

Berbagai laporan sumber Palestina, termasuk kantor berita Sanad Al Jazeera, menyebutkan bahwa Aljafarawi ditembak oleh orang-orang bersenjata saat meliput bentrokan yang terjadi di daerah tersebut.

Sumber-sumber media Palestina menuduh bahwa penembakan itu dilakukan oleh kelompok milisi bersenjata yang didukung Israel atau kelompok kriminal yang muncul di tengah kekosongan keamanan pasca-penarikan sebagian pasukan Israel. 

Laporan internal keamanan Gaza menyebutkan bentrokan terjadi antara pasukan keamanan Palestina dan "milisi bersenjata yang terafiliasi dengan pendudukan (Israel)".

Kantor Media Pemerintah Gaza mengutuk keras pembunuhan tersebut, menyebutnya sebagai "hasil langsung dari kebijakan Israel menargetkan jurnalis" baik melalui serangan udara maupun melalui kelompok proksi.