Infotren - Masyarakat Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, tengah menghadapi kelangkaan LPG bersubsidi yang mulai terasa dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini menyebabkan harga eceran gas melonjak tajam di sejumlah wilayah.

Warga mengaku kesulitan mendapatkan LPG 3 kilogram di pangkalan resmi, bahkan di tingkat pengecer pun stoknya sangat terbatas. Jika biasanya dijual Rp18.000, kini harga bisa tembus hingga Rp25.000 per tabung.

Kelangkaan ini membuat antrean panjang terjadi di sejumlah titik distribusi, dengan banyak warga terpaksa datang sejak pagi. Beberapa bahkan mengaku harus berkeliling ke beberapa desa untuk mendapatkan satu tabung gas.

Pemerintah Kabupaten Sumenep hingga kini belum mengeluarkan pernyataan resmi terkait penyebab utama kelangkaan tersebut. Namun, dugaan sementara mengarah pada distribusi yang tidak merata serta meningkatnya permintaan jelang musim panen dan hajatan.

Sejumlah pemilik warung makan dan usaha kecil mulai mengeluhkan dampak serius dari kondisi ini terhadap operasional mereka. Mereka khawatir, bila kelangkaan berlanjut, akan memaksa menaikkan harga jual makanan.

iklan sidebar-1

Masyarakat berharap pemerintah segera mengambil langkah cepat untuk menstabilkan pasokan dan harga LPG. Bantuan dan pengawasan terhadap distribusi diharapkan bisa mencegah penimbunan dan permainan harga.

Jika situasi ini terus berlangsung, bukan hanya ekonomi rumah tangga yang terdampak, tetapi juga sektor usaha kecil dan menengah yang bergantung pada LPG sebagai sumber energi utama.