INFOTREN.ID - Di tengah perayaan Idul Adha 2025/1446 H oleh umat Islam di seluruh dunia, kekerasan yang dilakukan militer Israel terhadap warga Gaza terus berlanjut tanpa henti.

Kementerian Kesehatan Palestina mengungkapkan bahwa sejak dimulainya agresi Israel pada Oktober 2023, jumlah korban jiwa telah mencapai lebih dari 54.770 orang, dengan sekitar 125.830 orang lainnya mengalami luka-luka.

‎Dalam laporan terbarunya pada Sabtu, kementerian menyebut bahwa dalam dua hari terakhir saja, sebanyak 95 jenazah berhasil dievakuasi ke rumah sakit, sementara 304 warga lainnya mengalami cedera. 

‎Disebutkan pula bahwa banyak korban masih tertimbun di bawah puing-puing bangunan atau tergeletak di jalanan, sementara tim medis dan penyelamat kesulitan untuk menjangkau mereka karena situasi yang sangat berbahaya.

‎Sejak 18 Maret 2025, serangan militer Israel kembali dilancarkan ke wilayah Gaza, mengakhiri gencatan senjata dan kesepakatan pertukaran tahanan yang sebelumnya berlaku sejak Januari. Serangan terbaru ini sendiri telah menyebabkan 4.497 kematian dan melukai 13.793 orang lainnya.

iklan sidebar-1

‎Langkah hukum internasional terhadap para pemimpin Israel juga tengah berlangsung. Pada November 2024, Mahkamah Pidana Internasional (ICC) secara resmi mengeluarkan surat perintah penangkapan terhadap Perdana Menteri Benjamin Netanyahu dan mantan Menteri Pertahanan Yoav Gallant, atas tuduhan kejahatan perang dan kejahatan terhadap kemanusiaan terkait serangan brutal di Gaza.

‎Sementara itu, Mahkamah Internasional (ICJ) juga masih memproses gugatan genosida terhadap Israel, yang diajukan sehubungan dengan kekerasan sistematis terhadap warga sipil Palestina di Gaza.(*)