INFOTREN.ID - Ketika keadilan dipermainkan, seorang pria berani melawan arus. Saksikan Rio Dewanto dalam film "Keadilan” (The Verdict), mengungkap konspirasi hukum yang menggugah nurani.

Di tengah gemerlap dunia perfilman Indonesia, sebuah karya berani hadir menantang, menggugat, dan menginspirasi.

Film "Keadilan (The Verdict)" hadir sebagai oase di padang gurun ketidakadilan, sebuah kisah inspiratif yang mengajak kita merenung tentang makna kebenaran dan keberanian.

Film ini, hasil kolaborasi apik antara sutradara Korea Selatan Lee Chang Hee dan sutradara Indonesia Yusron Fuadi, menjanjikan sebuah tontonan yang tidak hanya menghibur, tetapi juga menggugah nurani.

Sang Penjaga Moral di Labirin Hukum
 
Rio Dewanto, dengan karisma dan kemampuan aktingnya yang memukau, memerankan Raka, seorang petugas keamanan pengadilan yang jujur.

iklan sidebar-1

Kegelisahannya memuncak saat menyaksikan manipulasi hukum yang terjadi di depan matanya.

Lebih dari itu, hatinya hancur saat istrinya yang tengah mengandung, diperankan oleh Niken Anjani, menjadi korban kejahatan seorang anak orang kaya yang dilindungi oleh pengacara licik bernama Timo, yang diperankan oleh Reza Rahadian.
 
Rio Dewanto menggambarkan karakternya sebagai sosok yang kompleks.
“Manusia tidak selalu antagonis atau protagonis, pasti ada alasan di balik setiap tindakannya," ujarnya, menekankan bahwa Raka bukanlah sosok hitam putih, melainkan manusia dengan pergumulan batin yang mendalam.

Kudeta Keadilan: Ketika Harapan Lahir di Ruang Sidang

Salah satu daya tarik utama film ini adalah adegan-adegan intens di ruang persidangan.