INFOTREN, ID – Harapan keluarga Zulfikar akhirnya terwujud. Ijazah lulusan SMK Al-Hidayah Ciputat, Kota Tangerang Selatan (Tangsel) yang sebelumnya tertahan, kini resmi bisa diambil.
Kepastian itu hadir setelah Gubernur Banten Andrasoni turun tangan menyelesaikan persoalan, usai mendapati laporan dari media dan Ketua Fraksi PSI Tangsel, Alex Prabu, Rabu (27/8/2025).
Pengambilan ijazah tersebut dilakukan usai Andrasoni menginstruksikan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Banten agar menyelesaikan persoalan administrasi di sekolah.
Bahkan, rombongan dari Pemprov Banten turut mengunjungi rumah Zulfikar dan menemui kedua orang tuanya, Enci (65) dan Saniah (52).
Dalam kunjungan itu, Andrasoni memberikan bantuan berupa sembako dan kebutuhan harian untuk keluarga Enci dan Saniah.
“Alhamdulillah ijazah siswa sudah diterima orang tua. Tadi juga saya langsung ke rumah bersangkutan untuk memberikan bantuan,” jelas Gubernur Andrasoni melalui keterangan resminya seperti dikutip Infotren.id.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Namun, masalah keluarga Zulfikar bukan hanya soal ijazah. Mereka hidup di sebuah gubuk sederhana di dekat pintu Tol Pamulang. Tempat tinggal itu berdiri di atas tanah pinjaman milik warga.
“Tanah gubuk itu bukan milik pribadi, hanya menumpang. Mereka tidak punya tanah, pekerjaan sehari-harinya hanya tukang parkir,” ungkap Andrasoni.
Atas kondisi tersebut, gubernur berjanji akan mencarikan solusi agar keluarga tersebut mendapat tempat tinggal yang lebih layak.


