INFOTREN.ID - Bagi mereka yang menjalani pola makan vegetarian atau vegan, kacang-kacangan seperti lentil dan buncis dapat menjadi pilihan utama untuk mencukupi kebutuhan protein harian. Menurut ahli gizi Natalie Allen, RD, lentil dan buncis adalah sumber protein nabati yang sangat direkomendasikan karena kandungan gizinya yang melimpah dan kemudahan pengolahannya.
“Lentil dan buncis tidak hanya tinggi protein dan serat, tetapi juga mengandung nutrisi penting seperti zat besi dan folat yang sangat dibutuhkan dalam pola makan nabati,” ujarnya, seperti dilansir laman Eating Well.
Satu cangkir lentil, misalnya, menyediakan sekitar 18 gram protein. Berbeda dengan daging, kacang-kacangan tidak mengandung kolesterol maupun lemak jenuh, sehingga dianggap lebih ramah bagi kesehatan jantung.
Meski demikian, protein dalam kacang-kacangan tergolong tidak lengkap karena kekurangan asam amino tertentu seperti metionina dan sisteina. Namun, kekurangan ini bisa dilengkapi dengan mengonsumsi beragam makanan nabati lainnya dalam satu hari.
Selain menjadi sumber protein, kacang-kacangan juga kaya akan serat yang membantu memperlancar pencernaan, menurunkan kadar kolesterol, serta mengatur gula darah. Asupan serat tinggi pun dikaitkan dengan penurunan risiko berbagai penyakit kronis.
Tak hanya itu, kacang-kacangan mengandung zat besi yang bisa lebih mudah diserap tubuh jika dikonsumsi bersama makanan kaya vitamin C seperti buah jeruk, tomat, atau paprika. Kandungan kaliumnya bahkan disebut hampir tiga kali lebih tinggi dibandingkan dada ayam tanpa kulit.
Ahli gizi Lina Begdache, PhD, RDN, menyebut kacang-kacangan sebagai bahan makanan yang tidak hanya bergizi dan ekonomis, tetapi juga serbaguna. “Kacang-kacangan bukan sekadar pengganti daging. Mereka adalah pilihan pintar yang mendukung kesehatan dan keberlanjutan lingkungan,” jelasnya.
Begdache pun menyarankan untuk memasukkan kacang-kacangan dalam menu harian, seperti menambahkannya ke dalam sup, salad, bowl gandum utuh, atau sebagai camilan tinggi serat dan protein. Bahkan, kacang-kacangan juga bisa diolah menjadi alternatif pasta yang sehat.(*)


