INFOTREN.ID - Aksi demonstrasi di Indonesia, Nepal, dan Prancis baru-baru ini menampilkan fenomena menarik: berkibarnya bendera Jolly Roger dari anime One Piece.

Simbol ini menjadi representasi visual dari kekecewaan dan perlawanan anak muda terhadap berbagai isu sosial dan politik.

Artikel ini akan mengupas fenomena ini sebagai kritik sosial dengan menggabungkan berbagai perspektif dari berbagai sumber.

One Piece Sebagai Bahasa Universal

Sosiolog Okky Madasari, seperti dikutip dari BBC Indonesia, menjelaskan bahwa budaya pop telah menjadi "bahasa generasi" bagi anak muda.

iklan sidebar-1

Simbol-simbol dalam One Piece, seperti bendera bajak laut dan tokoh Luffy, mewakili perlawanan terhadap ketidakadilan, penindasan, dan korupsi.

Dr. Natalie Pang dari Universitas Nasional Singapura, dalam laporan The Straits Times, menambahkan bahwa simbol seperti Jolly Roger bisa diterima lintas budaya karena mampu merangkum ide-ide kompleks ke dalam visual yang sederhana namun mencolok.

"Simbol ini bisa sangat efektif untuk ekspresi kolektif sekaligus mobilisasi karena orang-orang bisa bersatu berdasarkan makna dan nilai bersama yang mereka anggap diwakili oleh simbol tersebut," ujar Pang.

Akar Masalah dan Respon di Berbagai Negara