INFOTREN.ID - Di tengah hiruk-pikuk kehidupan kampus yang penuh mimpi, muncul sosok Mohamad Hilmi, seorang pemuda sederhana yang membuktikan bahwa batas ekonomi bukan penghalang menuju sukses.
Kisah inspiratif ini mengajak kita merenung: bagaimana semangat tak tergoyahkan bisa merobek tabir kesulitan, membuka pintu ke prestasi luar biasa di Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS).
Awal Perjuangan: Dari Desa ke Gerbang ITS
Hilmi berasal dari keluarga petani di sebuah desa terpencil di Jawa Timur, di mana hari-hari diisi dengan tanah basah dan harapan tipis.
Sejak kecil, ia menyaksikan orang tuanya berjuang keras untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, tanpa pernah mengeluh.
Kondisi ekonomi yang pas-pasan membuat pendidikan tinggi terasa seperti mimpi jauh. Namun, Hilmi tak menyerah.
Dengan tekad membara, ia belajar di bawah cahaya lampu minyak, membaca buku pinjaman dari tetangga, dan mengerjakan tugas sekolah sambil membantu di sawah.
Prestasinya di sekolah menengah membuka jalan ke program Bidikmisi, beasiswa pemerintah yang menjanjikan biaya kuliah gratis bagi siswa berprestasi dari keluarga kurang mampu.
Pada 2021, Hilmi melangkah masuk ITS, jurusan Teknik Informatika, dengan beasiswa itu sebagai jembatan pertama menuju masa depan cerah.



