INFOTREN.ID - Di Fakultas Ilmu Budaya (FIB) Universitas Airlangga (Unair), Surabaya, bersemi sebuah kisah inspiratif tentang keberanian, eksplorasi, dan mimpi yang mendunia.
Afrigh Abrar Brahmantya, seorang mahasiswa FIB Unair, terpilih sebagai utusan dalam Student Mobility Program di INTI International University, Malaysia.
Program ini, buah kerja sama antara Airlangga Global Engagement (AGE) dan INTI International University, membuka lembaran baru dalam perjalanan akademiknya.
Jejak Seleksi: Mengukir Mimpi di Kancah Global
Sebelum menginjakkan kaki di Kampus Oranye Negeri Jiran, Afrigh harus melewati serangkaian seleksi ketat. Penilaian berkas CV, skor IELTS, pengalaman organisasi, serta surat komitmen menjadi gerbang yang harus ditaklukkan.
Proses ini memastikan hanya kandidat terbaik yang memiliki kualifikasi mumpuni yang dapat melaju.
Kegigihan dan persiapan yang matang Afrigh menghasilkan hasil, membawa menuju pengalaman yang tak terlupakan.
Nuansa Pendidikan: Harmoni dalam Perbedaan
Di INTI International University Malaysia, Afrigh mempelajari Media Digital dan Hubungan Masyarakat.
Ia menemukan bahwa sistem pembelajaran di sana memiliki kesamaan dengan di Indonesia, dengan dosen sebagai pengajar utama. Namun, ada perbedaan yang signifikan dalam pendekatan pembelajaran.
“Di sini, proyek-proyeknya lebih ke studi kasus dan praktik langsung. Kami sering kali diminta untuk memecahkan masalah nyata atau membuat peristiwa yang relevan,” jelas Afrigh dikutip dari laman resmi Unair.


