INFOTREN.ID - Dari Musi Banyuasin ke peta kutub utara, Gerry Utama menapak langkah yang tak lazim.

Di usia 30 tahun, ia menjadi peneliti termuda Indonesia yang menjelajahi Antarktika sekaligus memecahkan rekor MURI.

Dalam rentang kata kisah inspiratif, namanya menembus batas geografis dan imajinasi publik. Perjalanan itu bukan sekadar ekspedisi, melainkan jembatan antara mimpi dan realitas ilmiah.

Mengapa Antartika?

Antarktika bukan sekadar tanah es dan badai. Belahan bumi satu ini menyimpan data tentang perubahan iklim global dan sejarah bumi.

iklan sidebar-1

Dilansir dari laman resmi UGM (Universitas Gadjah Mada) yang diakses pada 1/10/2025, melalui riset dalam Misi Eksplorasi Rusia ke‑69, Gerry ikut serta memetakan geomorfologi Pulau King George dan menemukan fosil kayu berumur sekitar 130 juta tahun sebagai bukti bahwa Antartika pada masa lalu sempat hijau.

Tantangan Memanggil Semangat

Bekerja di suhu –50 °C, menghadapi pergantian waktu laut dan darat, serta prosedur operasional kapal ekspedisi, semua itu menjadi ujian fisik dan mental.

Kondisi ekstrem semacam itu membedakan peneliti biasa dan peneliti siap bertarung.