INFOTREN ID -  Imam Katolik Rm. Yudel Neno menulis buku filsafat, lawan hoaks digital, dan inspirasi kepemudaan, sebuah kisah etika politik yang membangkitkan iman di era viral.

Di lereng hijau Fatuknutuk dengan air yang melimpah, tepatnya di Kabupaten Malaka, Nusa Tenggara Timur (NTT), lahir seorang pemuda pada 14 Juli 1990, yang kelak menjadi pelita bagi umat.

Adalah Rm. Yudel Neno, Pr, bukan sekadar imam, melainkan penyair rohani yang menenun benang filsafat dengan serat iman, menciptakan kisah inspiratif prestasi yang menggugah jiwa.

Kisahnya, seperti sungai Benanain yang mengalir dari pulau Timor ke Laut Sawu, mengajak kita menyelami perjalanan seorang pria yang memilih pena sebagai pedang, dan doa sebagai perisai, di tengah dunia yang haus akan kebenaran.

Akar Hijau: Lahir dan Tumbuh di Tanah Malaka  
Bayangkan angin sepoi Fatuknutuk ("Batu kecil berkeping-keping", dalam bahasa setempat) membelai dedaunan muda, menyaksikan kelahiran Rm. Yudel Neno pada 1990, di tanah yang kaya akan cerita suku dan doa sederhana.

iklan sidebar-1

Sejak kecil, ia menyerap esensi kehidupan desa dengan segala kesederhanaan yang menjadi fondasi imannya.

Prestasinya dimulai dari akar ini, di mana ia belajar bahwa iman bukanlah kata melainkan tindakan yang tumbuh seperti pohon beringin, kokoh melawan badai.

Reputasinya sebagai pemimpin muda mulai terbentuk, menginspirasi generasi yang haus akan teladan.

Puncak Pendidikan: Filsafat dan Teologi yang Menyatu