INFOTREN.ID - Siapa sangka, awal tahun 2026 Jakarta kembali dibuat kalang kabut. Dua infrastruktur penting, Flyover Pesing dan Tol Bandara Soekarno-Hatta (bandara Soetta), mendadak lumpuh akibat banjir! Apa yang sebenarnya terjadi? Mengapa hal ini bisa berulang?

"Ajaib", Tapi Memprihatinkan

Banjir setinggi 15 cm menggenangi Flyover Pesing, Jakarta Barat, Kamis (22/1/2026) pagi. Kondisi serupa juga terjadi di akses Tol Bandara Sedyatmo. Fenomena ini tentu membuat banyak pihak bertanya-tanya.

Drainase Bermasalah: Akar dari Segala Masalah?

Pengamat Tata Kota dan Lingkungan dari Universitas Trisakti, Nirwono Yoga, punya pandangan tersendiri. Menurutnya, banjir Jakarta kali ini di titik-titik strategis ini adalah "sinyal merah" atas degradasi fungsi drainase makro di kawasan penyangga inti.

iklan sidebar-1

"Seringkali, pembangunan fisik menutup resapan air tanpa menyediakan kompensasi saluran yang setara atau lebih besar. Kita terus membangun secara vertikal dan keras, namun melupakan jalur napas bumi untuk menyerap air," tegas Nirwono dilansir dari Kompas.com (24/1).

Kawasan Cekungan: Jakarta Barat Rentan Banjir

Nirwono menambahkan bahwa Jakarta Barat, termasuk area Pesing, merupakan cekungan yang sangat bergantung pada pompa dan normalisasi kali. Jika drainase lokal dan sistem makro tidak terintegrasi dengan baik, infrastruktur semegah apa pun akan tak berdaya menghadapi limpasan air.

Kementerian PU Bergerak Cepat!