INFOTREN.ID - Di tengah semangat mulia Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang digagas untuk meningkatkan kualitas hidup anak-anak Indonesia, sebuah ironi pahit terjadi di Kabupaten Pidie Jaya, Aceh.

Wakil Bupati Pidie Jaya, Hasan Basri, diduga melakukan tindakan kekerasan terhadap Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Desa Sagoe, Muhammad Reza.

Insiden ini tidak hanya mencoreng citra pemerintah daerah, tetapi juga menimbulkan pertanyaan besar tentang etika dan moralitas pejabat publik.

Kronologi Kelam: Sidak Tanpa Pemberitahuan Berujung Petaka

Menurut laporan Badan Gizi Nasional (BGN), insiden bermula ketika Hasan Basri melakukan kunjungan mendadak ke SPPG Desa Sagoe tanpa pemberitahuan sebelumnya.

iklan sidebar-1

"Kunjungan yang semestinya bersifat pembinaan dan pengawasan program justru diwarnai tindakan tidak menyenangkan dan kekerasan fisik terhadap petugas SPPG," demikian pernyataan resmi BGN yang diakses pada Jumat, 31 Oktober 2025.

Dalam laporan tersebut, disebutkan bahwa Wakil Bupati Hasan Basri sempat membentak relawan, mengeluarkan ancaman, serta melakukan pemukulan terhadap Muhammad Reza di hadapan para petugas yang sedang bekerja. Situasi baru mereda setelah dilerai oleh asisten pribadinya.

BGN Geram: Kekerasan Tak Ditoleransi!

Badan Gizi Nasional (BGN) mengecam keras tindakan penganiayaan tersebut. Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya menegaskan bahwa pihaknya tidak menoleransi segala bentuk kekerasan terhadap pelaksana Program MBG dan telah melaporkan tindakan tersebut kepada pihak berwenang.