INFOTREN.ID - Rachel Reeves, Menteri Keuangan Inggris, mendapat tekanan besar dari investor global yang mengelola lebih dari US$5 triliun) atau sekitar Rp81.000. Triliun.
Mereka mendesak pemerintah Inggris untuk menggandakan cadangan fiskal menjadi sekitar Rp392 triliun (setara £20 miliar) demi melindungi ekonomi dari potensi guncangan.
Menurut laporan Reuters (6 November 2025), empat raksasa keuangan dunia Amundi, AXA Investment Managers, Allianz Global Investors, dan Franklin Templeton menilai langkah itu penting agar pemerintah memiliki ruang manuver lebih luas menghadapi ketidakpastian.
“Kita perlu diyakinkan bahwa ini akan diterjemahkan menjadi kebijakan nyata,” kata Gregoire Pesques, Chief Investment Officer Global Fixed Income Amundi.
Pajak Penghasilan Jadi Sorotan
Tiga dari manajer investasi besar itu menilai kenaikan pajak penghasilan untuk pertama kali sejak 1970-an merupakan cara paling efektif dan kredibel.
Mereka menilai langkah tersebut akan membantu Reeves memenuhi target fiskal yang mewajibkan pengeluaran non-investasi ditutupi oleh pendapatan pajak pada tahun anggaran 2029-2030.
Dengan nilai tukar saat ini, kenaikan satu poin pajak penghasilan utama berpotensi menambah penerimaan sekitar Rp157 triliun per tahun, sementara peningkatan pada tarif tertinggi hanya memberi tambahan Rp18 triliun.
“Menaikkan tarif pajak penghasilan adalah cara paling mudah dan paling kredibel,” ujar Nicolas Trindade, Portfolio Manager di AXA Investment Managers.


