INFOTREN.ID - Amerika Serikat (AS) mengambil langkah berani dengan cara akan memberikan Ukraina intelijen tentang infrastruktur energi jarak jauh di Rusia, kata dua pejabat Negeri Paman Sam, dilansir dari Reuters (2/10/2025).
Hal ini diungkapkan pada Rabu (1/10/20250, ketika AS mempertimbangkan apakah akan mengirimkan rudal kepada Kyiv yang bisa digunakan dalam serangan tersebut.
Pihak AS juga meminta sekutu NATO memberikan dukungan serupa, menurut pejabat AS, mengonfirmasi laporan awal dari The Wall Street Journal.
Keputusan ini menandai perubahan kebijakan pertama yang diketahui telah disetujui Presiden Donald Trump setelah ia memperkeras retorika terhadap Rusia dalam beberapa minggu terakhir dalam upaya untuk mengakhiri perang lebih dari tiga tahun Rusia terhadap tetangganya.
Trump, yang sebelumnya mengatakan Ukraina harus melepaskan wilayah untuk mengakhiri perang, berkata pekan lalu bahwa ia percaya kemungkinan bagi Kyiv untuk merebut kembali semua wilayah yang dikuasai Moskow.
Strategi Baru Trump untuk Menargetkan Pendapatan Rusia
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Washington telah lama berbagi intelijen dengan Kyiv, tetapi The Wall Street Journal menyebut bahwa data baru tersebut akan memudahkan Ukraina untuk menyerang infrastruktur seperti kilang minyak, pipa, dan pembangkit listrik dengan tujuan merampas pendapatan dan sumber daya minyak Kremlin.
Menjawab laporan tersebut pada hari Kamis (2/10/2025), juru bicara Kremlin Dmitry Peskov menyatakan, “penyediaan dan penggunaan seluruh infrastruktur NATO dan AS untuk mengumpulkan dan mentransfer intelijen kepada orang Ukraina sudah jelas.”
Trump telah mendesak negara-negara Eropa untuk berhenti membeli minyak Rusia dengan imbalan persetujuannya untuk memberlakukan sanksi keras sebagai upaya memotong pembiayaan bagi invasi Rusia.


