INFOTREN.ID – Indonesia mengambil langkah strategis untuk memperkuat kualitas Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dengan menggandeng Pemerintah India.
Melalui Badan Gizi Nasional (BGN), Indonesia secara resmi meminta dan menerima bimbingan teknis (Bimtek) dari India.
Alasan utama di balik kerja sama ini adalah keberhasilan dan pengalaman jangka panjang India dalam mengelola program makanan berskala masif, yang dinilai sebagai "role model" bagi Indonesia.
Kepala BGN, Dadan Hindayana, mengungkapkan bahwa sebelum meluncurkan MBG, Indonesia telah berkunjung ke India untuk mempelajari implementasi program mereka.
1. India sebagai "Role Model" Program Gizi Sekolah
Alasan paling mendasar Indonesia mencari bantuan India adalah pengakuan terhadap kesuksesan program yang setara dengan MBG di Indonesia, yaitu Pradhan Mantri Poshan Shakti Nirman (PM POSHAN), atau sebelumnya dikenal sebagai Skema Makanan Tengah Hari (Mid-Day Meal Scheme).
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Program pemberian makanan bergizi di sekolah India telah dimulai secara lokal sejak tahun 1925 dan diperluas secara nasional. Pengalaman hampir seabad ini memberikan India keahlian yang mendalam dalam operasional dan tata kelola program gizi skala besar.
India telah lama menjalankan program ini untuk menjangkau jutaan siswa setiap hari. Kapasitas mereka dalam mengelola logistik, rantai pasokan, dan pengawasan kualitas makanan dalam skala yang sangat besar menjadi acuan penting bagi MBG Indonesia.
2. Fokus pada Pengawasan dan Kualitas Layanan


