INFOTREN.ID - Pameran "IMPEN KATON" menandai akhir pengabdian Drs. Agus Ahmadi, M.Sn sebagai dosen ISI Surakarta sekaligus melahirkan OMAH KRIYA, ruang budaya baru di Karanganyar. Acara ini berlangsung pada 11-15 Juli 2025, menampilkan karya seni lintas generasi dan medium.
OMAH KRIYA di Badran Baru, Papahan, terinspirasi dari riset seni kriya logam Drs. Agus Ahmadi sejak 2020. Ruang ini hadir untuk konservasi, edukasi, dan apresiasi seni kriya di daerah yang kaya budaya namun minim fasilitas.
Tiga Karya Unggulan
"Jellabiya Husna Al-Fakhir" oleh Syarifah Nur Hajja menampilkan busana art wear dengan simbol spiritualitas feminin. Karya ini memadukan warna emas, hijau zaitun, dan merah dalam siluet megah bernuansa etnik.
"Gumulung Rasa, Gumyebar Manah" karya Danissa Dyah Oktaviani adalah fotografi digital yang mengajak kontemplasi melalui teknik masking. Karya ini menyampaikan dialog antara gelap-terang dan kegelisahan-kelegaan.
"Honey" oleh Arfiati Nurul Komariah adalah kriya kulit berbentuk tas dengan motif sarang lebah. Karya ini menyimbolkan kerja keras, harmoni alam, dan kehidupan yang bermanfaat.
Dampak dan Harapan
Pameran ini bukan sekadar perpisahan, tapi awal kontinuitas budaya melalui OMAH KRIYA. Ruang baru ini diharapkan menjadi pusat kolaborasi seni lintas generasi dan disiplin di Karanganyar.
"IMPEN KATON membuktikan impian bisa jadi nyata dengan niat baik dan cinta budaya," ujar kurator pameran, Rahayu Adi Prabowo. Acara ini menjadi penanda arah baru bagi seni kriya dan apresiasi masyarakat.


