INFOTREN.ID - Kunjungan Menteri Pengangkutan Sarawak, YB Dato Sri Lee Kim Shin, ke Ibu Kota Nusantara (IKN) menjadi titik balik baru bagi hubungan Indonesia-Malaysia di Pulau Borneo.
Pertemuan tersebut membahas proposal kerja sama konektivitas lintas negara, mulai dari jalur kereta hingga pembukaan rute udara baru.
Dalam kunjungannya (11/12) ini, Menteri Sarawak menegaskan pandangan strategis terhadap IKN, “Kami dalam pulau yang sama di Borneo. Kami sangat tertarik dengan pembangunan Nusantara, ini adalah masa depan.”
Pernyataan ini bukan sekadar basa-basi diplomatik. Ia mengisyaratkan potensi ekonomi yang mulai dihitung serius oleh Sarawak bahkan sebelum IKN benar-benar matang sebagai pusat baru aktivitas bisnis.
Secara makro, kawasan Borneo saat ini menyumbang sekitar sembilan hingga sebelas persen PDRB Indonesia-Malaysia secara gabungan, dengan potensi peningkatan hingga empat belas hingga lima belas persen jika konektivitas lintas negaranya terbangun optimal.
Proposal Kereta Lintas Tiga Negara: Efek Multiplikasi Ekonomi Mulai Terlihat
Proposal pembangunan jalur kereta Sarawak-Brunei-Kalimantan-IKN adalah gagasan paling strategis dari kunjungan tersebut.
Dalam kerangka ekonometrik ringan, terdapat setidaknya tiga potensi dampak utama:
1. Boosting Perdagangan Lintas Batas (Potensi naik dua puluh hingga dua puluh delapan persen)


