INFOTREN.ID - Tumpukan sampah yang menjulang tinggi di sepanjang Jalan Dewi Sartika dan bawah Flyover Ciputat telah menjadi mimpi buruk bagi warga Tangerang Selatan selama seminggu terakhir. Dominasi sampah rumah tangga dan pasar ini disebabkan oleh penghentian sementara pengangkutan ke TPA Cipeucang yang sedang direnovasi.
Sejumlah warga mengeluhkan lambannya respons Pemkot Tangsel terkait penanganan sampah. Persoalan sampah tak pernah benar-benar tuntas. Sebelumnya masalah sampah horor juga sudah sering dikeluhkan warga Tangsel, pun demikian dengan pekan ini yang sudah menggunung.
Warga Ciputat berinisial S mengungkapkan kekecewaannya atas kondisi ini yang dimulai sejak Jumat, 5 Desember 2025. "Sampah menumpuk sudah dari hari Jumat, hampir satu minggu, tidak diangkut karena TPA tidak boleh dibuang, dan tempat sampah pasar ditutup," katanya di Ciputat.
Penumpukan sampah tersebar di enam titik utama sepanjang jalan tersebut, dengan kondisi terburuk di kolong flyover. Bau menyengat semakin parah saat hujan turun, membuat lalu lintas dan aktivitas sehari-hari terganggu.
Setiawan menambahkan bahwa angin membawa aroma tidak sedap yang semakin menyiksa, terutama dari sampah pedagang dan pembuangan liar. "Pasti angin datang bau sekali, apalagi hujan begini semakin parah baunya, ini sudah mengganggu sekali," keluhnya.
Kondisi serupa juga melanda Pasar Jombang dan Pasar Serpong, di mana sampah tidak terangkut menyebabkan penurunan estetika dan kebersihan. Kawasan padat ini kini menjadi sarang potensi penyakit akibat akumulasi limbah organik.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Tangsel, Bani Kosyatullah, menjelaskan bahwa penataan terasering di TPA Cipeucang menjadi penyebab utama. "Sedang dilakukan penataan terasering di TPA Cipeucang untuk meminimalisir longsoran tiap kali hujan yang berdampak pada warga sekitar," ujarnya melalui Instagram resmi Humas Kota Tangsel.
Menurut Bani, ketinggian sampah sebelumnya mencapai 7 meter, dan kini telah diturunkan menjadi 3-4 meter melalui proses ini. "Sekarang ini tinggal 3-4 meter, kita lakukan penataan ini karena jika tidak, akan berdampak pada pencemaran, dari baunya, longsor," tambahnya.
Meski demikian, Pemkot Tangsel hanya meminta warga bersabar sementara proses penataan berlangsung, tanpa solusi jangka pendek yang memadai. DLH berjanji mempercepat koordinasi untuk mengangkut sampah darurat guna mengembalikan kenyamanan lingkungan bagi masyarakat.


