INFOTREN.ID - Perjalanan udara yang semula dirancang sebagai kunjungan kerja rutin berubah menjadi pengalaman menegangkan di langit Bali Utara. Gusti Ngurah Anom, yang lebih dikenal sebagai Ajik Krisna, akhirnya membuka kisah di balik penerbangan helikopter bersama Raffi Ahmad yang sempat membuat warga Desa Bantiran, Pupuan, Tabanan, menahan napas.

Peristiwa itu terjadi pada Kamis, 15 Januari 2026. Sebuah helikopter terlihat terbang tidak stabil di tengah awan tebal dan cuaca buruk. Rekaman warga yang beredar luas di media sosial memperlihatkan helikopter tersebut berputar-putar di atas area persawahan dan permukiman, memicu kekhawatiran dan doa spontan agar tidak terjadi kecelakaan.

Dari Kunjungan UMKM ke Situasi Darurat di Udara

Melalui klarifikasi di akun Krisna Oleh-Oleh Bali, Ajik Krisna menjelaskan bahwa penerbangan tersebut bertujuan meninjau rencana pembangunan UMKM di Bali Utara. Sebelum berangkat, pihaknya telah melakukan koordinasi dengan BMKG dan menyadari bahwa kondisi cuaca memang kurang ideal.

Namun, keterbatasan waktu menjadi faktor penentu. Raffi Ahmad hanya memiliki satu hari untuk agenda tersebut sebelum harus kembali ke Solo. Dengan mempertimbangkan berbagai aspek, termasuk koordinasi dengan operator helikopter, penerbangan tetap dilakukan.

iklan sidebar-1

Pada pagi hari, situasi masih relatif aman. Raffi Ahmad tiba di Bandara I Gusti Ngurah Rai sekitar pukul 07.30 Wita dan langsung melanjutkan perjalanan udara menuju Bali Utara. Penerbangan pertama berjalan lancar dan rombongan mendarat dengan selamat.

Masalah muncul saat perjalanan kembali. Sekitar pukul 10.00 Wita, cuaca berubah cepat. Awan menebal dan gerimis mulai turun. Meski kondisi tidak ideal, keputusan diambil untuk tetap terbang karena jadwal kepulangan Raffi Ahmad yang ketat.

Kabut Pekat dan Ketegangan di Dalam Kabin

Ajik Krisna menggambarkan suasana di dalam helikopter sebagai pengalaman yang sulit dilupakan. Lima menit pertama masih terasa normal. Namun setelah itu, helikopter memasuki kabut pekat yang gelap, hingga pandangan ke luar hampir nihil.