INFOTREN.ID - Prancis kembali diguncang gejolak politik besar setelah Perdana Menteri (PM) Sebastien Lecornu secara mengejutkan mengundurkan diri, hanya sehari setelah mengumumkan kabinet barunya.
Langkah ini menjadikan pemerintahannya sebagai yang tercepat lengser dalam sejarah modern Republik Prancis.
Lecornu kini ditugaskan menggelar pertemuan terakhir selama dua hari dengan berbagai partai politik untuk mencari jalan keluar dari krisis, atas perintah Presiden Emmanuel Macron.
Namun, banyak pihak mempertanyakan langkah ini, menyebutnya sebagai cara Macron "membeli waktu" di tengah kebuntuan politik yang makin parah.
“Seperti banyak orang Prancis, saya tidak lagi memahami keputusan presiden,” ujar Gabriel Attal, anggota parlemen dan mantan PM di bawah Macron dilansir dari Reuters (7/10/2025).
Krisis ini meletus sejak Macron memutuskan menggelar pemilu mendadak pasca hasil pemilu Parlemen Eropa tahun lalu yang menunjukkan menguatnya kubu sayap kanan.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Hasilnya? Parlemen terpecah tanpa mayoritas, menyulitkan terbentuknya pemerintahan yang stabil.
"Kita menyaksikan tontonan politik yang menyedihkan," ujar Patrick Martin, Ketua Lobi Pengusaha Medef kepada radio Franceinfo.
Ia menambahkna, "Kami menyerukan tanggung jawab kepada semua pelaku politik."


