Imfotren - Gold's Gym Indonesia dikabarkan mengalami kerugian fantastis yang menembus angka Rp8 miliar. Informasi ini mengejutkan banyak pihak, terutama di tengah tren gaya hidup sehat yang sedang naik daun.

Kerugian tersebut diduga berasal dari serangkaian persoalan internal dan eksternal yang menumpuk sejak pandemi. Penurunan jumlah anggota aktif hingga beban operasional yang tinggi menjadi faktor utama penyebabnya.

Sumber internal menyebutkan, banyak cabang Gold's Gym terpaksa menghentikan operasionalnya sementara waktu karena tak mampu menutup biaya sewa dan gaji karyawan. Kondisi ini membuat pendapatan perusahaan terus merosot drastis setiap bulannya.

Selain itu, adanya persaingan ketat dari pusat kebugaran lokal dan aplikasi fitness digital memperparah posisi Gold's Gym di pasar. Layanan online dinilai lebih fleksibel dan terjangkau, menarik konsumen dari berbagai kalangan.

Manajemen Gold's Gym tengah berupaya mencari jalan keluar dengan melakukan efisiensi dan perombakan strategi bisnis. Namun, proses pemulihan diperkirakan tidak akan mudah mengingat besarnya nominal kerugian yang ditanggung.

iklan sidebar-1

Para investor dan mitra pun mulai mempertanyakan keberlangsungan bisnis waralaba kebugaran global ini di Indonesia. Mereka mendesak transparansi dan rencana restrukturisasi menyeluruh dalam waktu dekat.

Saat ini, pihak Gold's Gym Indonesia belum memberikan pernyataan resmi terkait laporan kerugian tersebut. Namun publik menantikan penjelasan rinci mengenai duduk perkara sebenarnya di balik angka Rp8 miliar ini.