INFOTREN.ID – Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) selalu menjadi topik panas di negeri ini. Tapi, pernahkah kamu bertanya-tanya, apa sebenarnya yang diinginkan oleh berbagai generasi terkait sistem pemilihan kepala daerah? Sebuah survei terbaru mengungkap fakta mengejutkan yang bisa jadi mengubah peta politik Indonesia!

Survei Litbang Kompas Mengguncang Jagat Politik!

Sebuah survei yang dilakukan oleh Litbang Kompas baru-baru ini menunjukkan adanya perbedaan pendapat yang signifikan antar generasi terkait mekanisme Pilkada. Hasil survei ini seolah membuka kotak pandora, memicu perdebatan sengit tentang arah demokrasi kita.

Milenial Menolak Pilkada Via DPRD: Ada Apa?

Generasi milenial, yang lahir antara tahun 1981 hingga 1996, ternyata memiliki pandangan yang cukup tegas terkait Pilkada. Mayoritas dari mereka menolak mekanisme pemilihan kepala daerah lewat DPRD. "Responden dari gen Y madya (34-41 tahun) di mana sebanyak 83,7 persen mendukung pilkada langsung," dilansir dari Kompas.ckm, Rabu (14/1/2026). Angka ini menunjukkan bahwa generasi milenial sangat menjunjung tinggi prinsip demokrasi dan partisipasi langsung dalam memilih pemimpin mereka.

iklan sidebar-1

Baby Boomers dan Gen X Lebih Suka Pilkada Langsung?

Sementara itu, generasi Baby Boomers (lahir antara 1946-1964) dan generasi X (lahir antara 1965-1980) juga menunjukkan dukungan yang kuat terhadap Pilkada langsung. Survei Litbang Kompas mencatat bahwa 64,3 persen Baby Boomers dan 69,3 persen Gen X memilih mekanisme Pilkada langsung.

Ilustrasi Pilkada 2024. (KOMPAS/Handining)

Mengapa Perbedaan Ini Bisa Terjadi?