INFOTREN.ID - Amerika Serikat kembali bergolak. Jutaan warga memadati jalanan di lebih dari 2.600 kota pada Sabtu (18/10) dalam aksi damai bertajuk “No Kings” sebagai bentuk penolakan terhadap kepemimpinan Presiden Donald Trump yang dinilai semakin otoriter.

Protes ini disebut sebagai salah satu demonstrasi terbesar dalam sejarah politik modern negara berjuluk Paman Sam ini.

Aksi Damai di New York City. REUTERS/Shannon Stapleton

Puluhan Kota Bergejolak: Dari New York ke Seattle, Satu Suara: ‘Kami Bukan Kerajaan!’

Dengan spanduk bertuliskan “No Kings” dan yel-yel yang menggema dari Times Square di New York hingga pusat kota Seattle, gelombang massa menunjukkan satu pesan kuat: penolakan terhadap gaya kepemimpinan yang menyerupai monarki.

iklan sidebar-1

“Tak ada yang lebih Amerika daripada mengatakan, ‘Kita tidak punya raja’ dan menjalankan hak kita untuk protes secara damai,” ujar Leah Greenberg, salah satu pendiri gerakan progresif Indivisible yang memprakarsai protes nasional ini dilansir dari Reuters (19/10/2025).

Di New York, lebih dari 100.000 orang berkumpul secara damai tanpa insiden berarti.

Polisi melaporkan nol penangkapan meskipun kerumunan membanjiri lima borough kota.

Sementara di kota-kota seperti Boston, Chicago, Atlanta, hingga Los Angeles, puluhan ribu orang turun ke jalan.