Infotren - Di tengah perkembangan teknologi dan dinamika industri, sejumlah profesi dengan gaji tinggi justru semakin rawan terkena pemutusan hubungan kerja (PHK). Banyak pekerja yang terlena dengan penghasilan besar tanpa menyadari posisi mereka terancam otomatisasi atau efisiensi perusahaan.

Profesi di bidang teknologi, seperti software engineer dan analis data, kini masuk dalam daftar pekerjaan yang rentan tergantikan oleh kecerdasan buatan. Perusahaan raksasa teknologi pun mulai memangkas jumlah karyawan demi menekan biaya operasional.

Begitu pula di sektor keuangan dan perbankan, di mana pekerjaan analis keuangan hingga manajer investasi mulai tergerus oleh sistem otomatis dan algoritma canggih. Walau digaji tinggi, posisi mereka tidak lagi seaman dulu.

Industri kreatif seperti desain grafis dan penulisan konten juga tak luput dari ancaman PHK akibat hadirnya AI yang mampu bekerja cepat dan murah. Meski masih dibutuhkan, kompetisi makin ketat dan permintaan terhadap talenta manusia menurun.

Tak sedikit pekerja yang merasa aman karena penghasilan besar, namun lupa menyiapkan keahlian baru untuk menghadapi disrupsi. Ketergantungan pada satu keahlian saja bisa menjadi bumerang ketika pasar berubah.

iklan sidebar-1

Pakar karier menyarankan agar para profesional terus meningkatkan skill, terutama di bidang yang sulit digantikan mesin, seperti komunikasi, kepemimpinan, dan kreativitas. Adaptasi dan pembelajaran berkelanjutan menjadi kunci bertahan di era ketidakpastian ini.

Jadi, jangan cepat puas hanya karena gaji tinggi, sebab keamanan kerja kini lebih ditentukan oleh kemampuan beradaptasi, bukan sekadar besarnya penghasilan. Siapa pun bisa kena PHK jika tak siap berubah mengikuti zaman.