INFOTREN.ID - Bayangkan, di tengah puing-puing sisa banjir bandang yang meluluhlantakkan Aceh Tamiang, terserak tumpukan kayu gelondongan raksasa. 

Bencana memang datang tanpa permisi, tapi di balik musibah ini, tersembunyi potensi yang bisa membangkitkan kembali daerah yang porak-poranda. Namun, bagaimana caranya?

Tamiang Bangkit dari Lumpur

Setelah diterjang banjir bandang pada November 2025, Aceh Tamiang berjuang memulihkan diri. Bupati Armia Fahmi melaporkan bahwa pembersihan lumpur di ibu kota kabupaten telah mencapai 80 persen. 

"Alhamdulillah tadi pagi kemarin kami sudah melihat 80 persen untuk lumpur sudah bisa kami bersihkan di sekitar ibu kota kabupaten," ujarnya, dilansir dari detikcom (30/12). Namun, masalah baru muncul: ribuan kubik kayu gelondongan yang terbawa arus banjir.

iklan sidebar-1

Dilema Kayu Gelondongan

Tumpukan kayu ini menjadi masalah sekaligus potensi. Di satu sisi, keberadaannya menghambat proses pemulihan. 

Di sisi lain, jika dimanfaatkan dengan benar, kayu-kayu ini bisa menjadi sumber daya ekonomi bagi masyarakat Aceh Tamiang.

Menanti Fatwa dari Sang Menteri