INFOTREN.ID - Di mana ada asap kimia beraroma asa, di sana ada sebuah kisah inspiratif yang tak banyak orang tahu.
Bukan tentang riuh tepuk tangan di podium, melainkan tentang sunyi malam-malam panjang di laboratorium.
Para punggawa tim Spektronics ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember), bagai alkemis modern, meracik formula bukan dari emas, melainkan dari dedikasi, keringat, dan kecerdasan yang tak pernah padam.
Mereka adalah para penyair yang menulis puisi bukan dengan pena, melainkan dengan tabung reaksi dan perhitungan rumit demi menghasilkan mahakarya mobil prototype berbasis reaksi kimia.
Puisi itu terwujud dalam dua piala kejuaraan nasional, sebuah bukti nyata bahwa keindahan sains bisa dirasakan, bahkan oleh mereka yang hanya menyaksikan.
Inovasi yang Mengubah Dunia
Karya yang mereka ciptakan bukanlah sekadar hasil eksperimen; ia adalah jembatan menuju masa depan.
Dengan tangan-tangan terampil, mereka mengolah molekul menjadi solusi, mengubah teori menjadi realita.
Setiap tetes cairan, setiap partikel bubuk, adalah deskripsi puitis dari sebuah visi yang besar.


