INFOTREN.ID - Baru baru ini, kasus Pelecahan Seksual kembali terjadi, kali ini pelecahan seksual melibatkan korban dan pelaku yang sama sama seorang pelajar, tepatnya di SMK Waskito Ciputat Tangerang Selatan (Tangsel) Provinsi Banten.
Pihak kepolisian setempat telah menangani kasus ini setelah mendapatkan laporan dari para korban, dan secara langsung menemui pihak sekolah untuk penanganan lebih lanjut.
Namun, dalam keterangan pihak kepolisian, Abdul Hamim Jauzie mengungkapkan rasa kekecewaan atas lambatnya pihak sekolah dalam memberikan informasi kepada orang tua korban mengenai kejadian pelecehan yang menimpa anak mereka.
"Korban yang menghubungi kami itu ada tiga orang. Tapi yang resmi melapor baru satu gitu ya," ungkap Hamim usai pertemuan dengan pihak sekolah, Kamis (8/5/2025).
Hamim mengatakan bahwa pihak sekolah bahkan tidak pernah memberitahukan kepada orang tua terkait pelecahan yang anak anak mereka terima.
"Meminta sebenarnya penjelasan dari pihak sekolah ya terkait kerasaan seksual yang terjadi begitu. Dan kami mewakili korban sudah sampaikan berapa kekecewaannya. Pertama misalnya pihak sekolah tidak pernah memberitahukan kepada orang tua," kata Hamim.
SKANDAL K3 MENGGURITA: Pengacara Noel Beberkan Bukti Transfer Duit Haram ke 'Ibu Menteri'!
Dalam informasi yang ada, informasi terkait dugaan pelecehan seksual ini disampaikan terlebih dahulu oleh para orang tua para korban kepada pihak sekolah, yang mana seharusnya pihak sekolah yang harusnya lebih awal tahu tentang apa yang dialami oleh para korban.
"Ini kekecewaan lagi juga ya, terlalu lemah menurut saya, terlalu lembek kepada teradu. Teradu menyampaikan kepada orang tua korban, menyampaikan karena ada orang tua yang komplain, orang tua tertuga pelaku ini, bahkan saya membawa pengacara. Jadi kami mendengarkan pelaku dulu, kira-kira gitu. Nah ini kan sesuatu yang lucu, kenapa justru pelaku dulu yang didengar. Seharusnya korban dulu, korban maunya apa. Seharusnya seperti itu," jelas Hamim.
Hingga kini, terungkap bahwa jumlah korban dalam kasus ini tidak hanya satu, melainkan diduga mencapai tiga orang. Yang lebih parah, terduga pelaku ternyata adalah seorang siswa senior yang duduk di bangku kelas 12


