INFOTREN.ID - Transmedia merayakan ulang tahun ke-24 dengan acara megah bertajuk "TRANSMEDIA 24 OURS" yang digelar pada 14 Desember 2025. Konser ini menghadirkan jajaran artis papan atas, termasuk Raisa, Rizky Febian, dan boyband Korea XODIAC.
Panggung perayaan ulang tahun tersebut menyuguhkan kejutan tak terduga dan memukau bagi seluruh penonton yang hadir. Salah satu momen paling disorot adalah kolaborasi lintas genre antara penyanyi pop kenamaan, Afgan, dengan pedangdut fenomenal, King Nassar.
Keduanya sukses menghibur penonton dengan lagu hits "Seperti Mati Lampu", memadukan suara khas pop Afgan dengan cengkok dangdut Nassar. Nassar tampil stand out dengan setelan jas aksen nanas, sementara Afgan terlihat rapi memadukan jaket navy dan dasi stripes.
Menariknya, pemilihan lagu dangdut ikonik tersebut ternyata merupakan pilihan langsung dari Afgan sendiri. Pelantun "Sadis" itu langsung menunjuk lagu "Seperti Mati Lampu" tanpa pikir panjang saat pertama kali ditawari berkolaborasi.
"Aku sebenarnya yang milih lagu itu. Waktu itu ditawarin mau collab sama Nassar enggak? Mau lagu apa? Aku langsung milih lagu 'Seperti Mati Lampu'," ungkap Afgan usai tampil di Trans Studio Mall Cibubur, Minggu (14/12/2025).
Alasan utama Afgan memilih lagu tersebut adalah untuk memberikan sesuatu yang fresh dan mengejutkan penonton. Afgan menjelaskan bahwa aransemen lagu tersebut dirombak total agar tetap sesuai dengan karakter vokalnya yang pop.
"Aransemennya dibikin jadi enggak dangdut banget, tapi dibikin lebih funky," jelas Afgan, menambahkan bahwa aransemen baru ini memberinya keleluasaan bereksplorasi.
Di sisi lain, King Nassar mengaku terkejut dan merasa sangat terhormat saat mengetahui Afgan bersedia berduet dengannya. "Pas aku dengar dari tim, 'King, nanti lagu ini akan berduet dengan Afgan.' What? Wow! Aku langsung wow. Siapa yang tidak mau berduet dengan Afgan?" ujar Nassar sumringah.
Nassar juga memuji sikap Afgan yang sangat humble selama proses persiapan duet tersebut. Afgan menambahkan bahwa chemistry vokal mereka terjalin dengan sangat cepat, membuktikan bahwa sekat antar-genre musik dapat dilebur menjadi pertunjukan yang spektakuler.


