INFOTREN.ID - Ketegangan politik di Turki kembali memuncak. Pengadilan Istanbul mengeluarkan perintah penangkapan baru terhadap Wali Kota Istanbul, Ekrem İmamoğlu, atas dugaan “spionase politik”.

Langkah ini menandai babak baru dalam ketegangan antara pemerintahan Presiden Recep Tayyip Erdogan dan oposisi utama Partai Rakyat Republik (CHP).

Perintah tersebut dikeluarkan pada Senin (27/10), meski İmamoglu saat ini sudah berada di penjara karena kasus korupsi yang berbeda.

Menurut laporan Reuters, hal ini bukan hal baru di Turki: pengadilan sering kali mengeluarkan perintah penangkapan terhadap tahanan yang sudah ditahan untuk membuka penyelidikan baru.

“Pengadilan mengeluarkan perintah resmi penangkapan untuk orang-orang yang sudah berada dalam tahanan ketika sebuah penyelidikan baru dimulai,” tulis Reuters, mengutip keterangan sumber hukum di Istanbul (27/10)

iklan sidebar-1

Langkah hukum ini disebut para pengamat sebagai bentuk penindakan yang semakin keras terhadap oposisi menjelang tahun politik baru di Turki.

İmamoglu, yang dikenal sebagai rival utama Erdogan, dianggap menjadi ancaman terbesar bagi dominasi politik Partai Keadilan dan Pembangunan (AKP).

Polisi anti huru hara Turki berjaga di depan Istana Kehakiman, yang dikenal sebagai Gedung Pengadilan Caglayan, menjelang kesaksian Wali Kota Istanbul Ekrem Imamoglu yang dipenjara dalam penyelidikan baru atas dugaan spionase, di Istanbul, Turki, 26 Oktober 2025. REUTERS/Dilara Senkaya

Dituding Lakukan Spionase dan Penggelapan